Penulis Topik: Jika Ingin Terapkan Pola Asuh Anak Yang Baik, Jangan Gunakan Kalimat Ini  (Dibaca 701 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline HidupIndah

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 8
  • Karma: +0/-0
    • Konsultasi Kesehatan Ibu Hamil dan Anak
Hal utama yang harus bunda pahami serta kuasai ketika sudah menjadi orang tua adalah pola asuh anak yang baik. Karena inilah yang menentukan menjadi seperti apa anak ketika dewasa nanti.

Sangat disayangkan ketika banyak orang tua yang merasa sudah mengasuh anak dengan baik. Nyatanya, pola asuh yang diterapkan jauh dari apa yang seharusnya. Hal ini disebabkan mereka mengasuh anak sesuai dengan orang tua dulu lakukan. Mereka tidak mengasuh anak sesuai dengan apa yang disarankan oleh para ahli perkembangan anak.

Makanya, ada beberapa anak yang tumbuh tanpa menemukan potensi terbaiknya. Sementara ada anak yang ketika dewasa mereka sudah menemukan bakatnya yang terbaik. Tentu saja bunda ingin membantu anak tumbuh dengan lebih optimal, bukan? Jika itu yang bunda inginkan, bunda harus benar-benar tahu dan menerapkan pola asuh anak yang baik.
Kali ini, bunda harus belajar pentingnya menggunakan perkataan yang baik. Tidak semua perkataan yang mungkin bunda merasa baik itu bagus untuk tumbuh kembang sang buah hati lho. Tidak percaya?

Bijaklah Dalam Berucap
Apa sih yang disebut dengan bijak dalam berucap? Ibaratnya seperti ini. Suatu ketika, anak bunda sudah bisa naik sepeda. Apakah bunda harus memberikan pujian? Tentu saja harus. Namun, bagaimana jika dua atau tiga hari kemudian, anak show off bahwa ia sudah bisa naik sepeda agak jauh. Sebenarnya, tidak bijak jika bunda memberikan pujian lagi.

Memberi pujian itu sangat baik dan dibutuhkan karena pujian akan menjadi support agar anak bisa melakukan hal yang lebih baik lagi. Namun, hindari memberikan pujian berlebihan atau sering memberikan pujian. Anak akan merasakan hal yang biasa-biasa saja jika pujian terus menerus ia dengar.

Inilah yang menjadi salah satu masalah dalam pola asuh anak usia dini di Indonesia. Banyak orang tua yang tidak tahu kapan harus memberikan pujian dan kapan mereka tidak perlu memberikan pujian.
Jangan Berkata Kasar

Selain bijak memberikan pujian, bunda juga harus menghindari mengatakan dengan perkataan kasar. Sebenarnya, bukan hanya perkatakan kasar saja yang harus dihindari, tapi juga kalimat baik yang dikatakan dengan suara yang lantang atau yang sering disebut dengan bentakan.

Menurut ahli psikologi anak, bentakan sekali bisa mematikan sel otak anak. Dan ketika sel otak anak mati, maka ada risiko perkembangan otak anak kurang optimal. Bisa disimpulkan membentak bisa membuat anak kurang cerdas lantaran ada sel yang mati ketika anak dibentak.

Lalu, ada pertanyaan bagaimana jika anak melakukan kesalahan? Pola asuh anak yang baik harus diterapkan. Beritahu apa kesalahannya. Ajak anak untuk berdiskusi jika usianya mencapai di atas 3 tahun. Pada usia tersebut, anak sudah bisa diajak berdiskusi, bukan dibentak saat melakukan kesalahan.

Hindari Menggunakan “Seperti”
Pernahkah bunda menggunakan kata seperti kepada anak? Tentu saja pernah. Namun, penggunaan kata seperti dalam hal ini adalah membandingkan anak bunda dengan anak yang lain. Seperti contoh, bunda mengatakan “Adik harus pintar seperti Anton ya” Sekilas ini seperti motivasi agar anak melakukan hal yang lebih baik lagi dan lagi. Akan tetapi, pada saat yang sama, bunda telah membuat anak anak rendah diri. Dan bukan tidak mungkin anak menjadi minder jika sering dibanding-bandingkan dengan anak yang lain.
Semoga sedikit informasi ini semakin membuat bunda tergugah untuk belajar lebih banyak lagi mengenai pola asuh anak yang baik.