Penulis Topik: Mengenal Lebih Dalam Aplikasi PPH 21  (Dibaca 653 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline viona

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 7
  • Karma: +0/-0
Mengenal Lebih Dalam Aplikasi PPH 21
« pada: Juli 23, 2018, 02:19:57 PM »
Membayar pajak merupakan salah satu kewajiban bagi seluruh masyarakat yang ada di Indonesia yang memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku misalnya untuk perorangan, memiliki pendapatan minimal Rp 4.5 juta per bulannya. Pembayaran dan pelaporan pajak atas penghasilan yang diperoleh selama setahun dilakukan mulai dari bulan Januari hingga Maret per tahunnya. Untuk melakukan pelaporan SPT tahunan tersebut, Anda bisa datang ke kantor pajak di kota Anda, lewat cara online seperti lewat website atau dengan menggunakan aplikasi e-SPT PPH 21.
 
Berdasarkan pada peraturan Jenderal Pajak nomor Per-14/PJ/2013, mengenai syarat serta ketentuan dari penggunaan e-SPT PPH pasal 21 da mengenai tata cara pengisiannya. Sedangkan untuk cara pemotongan dan penghitungan PPH 21 tertuang dalam Peraturan Direktur Jenderal Pajak No. PER-31/PJ/2012. E-SPT PPH pasal 21 sendiri merupakan suatu aplikasi yang dipergunakan untuk pelaporan pajak sehingga harus tersedia data seperti jumlah pegawai, penghasilan bruto yang jelas.
 
Sebelum Anda menginstal aplikasi E-SPT PPH pasal 21, Anda harus mengunduhnya terlebih dahulu di website direktorat pajak. Pastikan semua yang sudah dibutuhkan sudah selesai diunduh seperti tutorial untuk aplikasinya sehingga memudahkan Anda untuk menggunakan perangkat lunak tersebut. Anda hanya bisa menginstal aplikasi ini di komputer atau laptop Anda. Cara penginstalan aplikasi ini seperti penginstalan perangkat lunak pada umumnya, seperti menyetujui ketentuan yang berlaku (term & condition) dan klik next hingga finish atau selesai menginstal. Akan tetapi, beberapa diantaranya tidak bisa berjalan langsung dan lancar secara otomatis, sehingga, Anda harus menginstal per software yang diperlukan seperti Crystal reports dan DotnetFX.
 
Setelah instalasi aplikasi perhitungan pph 21 selesai, maka Anda harus menulis atau membuat data base sesuai dengan nama perusahaan misalnya PT. XXX. Anda bisa me-rename data base yang ada sesuai dengan nama perusahaan untuk lebih mudah dalam penggunaannya atau dengan menyalin data base dan kemudian disimpan di folder yang sama, baru setelah itu di rename dengan menggunakan nama perusahaan Anda.
 
Setelah itu masuk ke aplikasi dan pilih DB kemudian masuk dengan username dan password yaitu Administrator dan 123 untuk melakukan log in. Setelah itu baru masukkan NPWP dari karyawan perusahaan yang Anda miliki. Pengisian NPWP tersebut tidak hanya nomornya namun sesuai dengan data dari wajib banyak tersebut baru kemudian disimpan sehingga bisa disimpan di data base.
 
Untuk yang baru pertama kali melaporkan atau menggunakan e SPT tahunan atau e-SPT PPH Pasal 21, Anda bisa input referensi penerima penghasilan serta melakukan input referensi pegawai A1/A2. Untuk pelaporan data seperti penghasilan yang diperoleh, maka Anda perlu data yang harus disiapkan untuk referensi pegawai yaitu referensi pegawai tetap A1/A2 yang merupakan referensi ketika penerbitan bukti potong A1/A2 dan referensi penerima penghasilan untuk semua pegawai. Referensi partner sendiri merupakan referensi bagi karyawan atau pegawai untuk penerbitan bukti potong final/tidak final.
 
Sedangkan data yang perlu untuk dipersiapkan saat membuat e-SPT yaitu:
 
•   Pemotongan PPH 21 untuk karyawan tetap bulanan yaitu nama, NPWP, penghasilan bruto, PPH pasal 21.
•   Pemotongan PPH 21 final jika ada yaitu berupa bukti potong diantaranya nama, NIK, NPWP, alamat, perhitungan gaji karyawan bruto serta PPH pasal 21.
•   Pemotongan PPH 21 tidak final yang diperuntukkan untuk pegawai nomor 3 s.d 10 dengan melampirkan bukti potong yaitu NPWP, nama, NIK, alamat, tanggungan, status, penghasilan bruto dan PPH pasal 21.
•   SSP PPH pasal 21 terhutang.