Penulis Topik: Bunda, Yuk Belajar Mengatur Pola Makan Anak yang Benar Saat Puasa  (Dibaca 481 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline AnakBahagia

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 26
  • Karma: +0/-0
    • Pola Asuh Anak yang Baik

Mengajarkan puasa sejak dini sebaiknya Bunda lakukan. Bunda tidak perlu khawatir anak kekurangan gizi saat berpuasa. Asalkan Bunda sudah berikan makanan yang bergizi serta susu pertumbuhan anak saat berbuka dan sahur, tidak ada lagi yang perlu Bunda khawatirkan.

Namun, banyak orang tua yang menyederhanakan apa itu makanan bergizi. Jika anak usia 7 tahun ke atas belum mampu berpuasa, ada kemungkinan Bunda gagal memberikan makanan yang bergizi.

Oleh sebab itu, jika Bunda berencana ingin mensukseskan proses belajar puasa anak, Bunda perlu tahu bagaimana cara mengatur pola makan yang tepat untuk sang buah hati.

Selalu Menyiapkan Menu Makanan Seimbang
Sebenarnya, kurang tepat jika Bunda memberikan menu makanan yang bergizi. Bergizi saja tidak cukup. Yang tak kalah penting adalah seimbang.
Percuma saja jika anak banyak makan nasi yang kandungannya hanya karbo saja. Sementara, anak kekurangan protein. Anak bisa lemas di siang hari saat puasa. Protein, karbo, dan juga nutrisi lainnya yang seimbang.

Lalu, bagaimana cara memastikan menu makanan yang Bunda buat seimbang? Mudah saja. Pertama, pastikan Bunda membuat menu makanan yang lengkap setiap hari. Bunda siapkan nasi, lauk, sayur, dan juga buah. Ini sebaiknya Bunda siapkan di setiap berbuka dan sahur.
Yang kedua, usahakan agar menu makanan variatif. Jangan hanya membuatkan satu jenis sayuran saja setiap hari. Buat juga sayuran lain yang kandungan nutrisinya berbeda. Dan untuk memastikan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi setiap hari, berikan satu gelas susu pertumbuhan anak di setiap berbuka puasa dan sahur.

Sayuran Menjadi Sangat Penting
Salah satu tantangan terberat anak ketika belajar puasa adalah rasa haus. Sebenarnya, haus jauh lebih menyiksa daripada lapar. Lapar bisa ditahan. Namun, sulit bagi anak untuk menahan rasa haus.

Di sisi lain, ini juga berbahaya ketika anak mengalami dehidrasi ketika berpuasa. Maka dari itu, Bunda harus melakukan upaya khusus.
Mungkin Bunda akan meminta anak lebih banyak minum air putih. Tentu itu cara yang tepat. Akan tetapi, akan lebih baik jika Bunda selalu hidangkan menu makanan plus sayuran. Sayur berkuah juga bisa membuat tubuh anak menyerap mineral. Jadi, secara tidak sadar, tubuh mendapatkan mineral dalam jumlah yang banyak sehingga anak tidak mudah haus atau mengalami dehidrasi di siang hari.

Perhatikan Porsi Makan Anak
Biasanya, anak makan sangat banyak di saat berbuka puasa. Sebaliknya, saat sahur, anak ogah-ogahan untuk makan. Kalaupun makan, porsinya kecil.
Hal inilah yang membuat proses belajar berpuasa anak terganggu. Karena terlalu banyak makan saat sahur, perut bisa mengalami masalah. Sementara ketika sahur makan sedikit, anak tidak punya cukup energi untuk puasa. Di siang hari, anak menjadi lemas, tidak bertenaga.

Sebaiknya, Bunda lakukan antisipasi. Usahakan agar anak tidak terlalu banyak makan nasi saat berbuka. Berikan varian makanan lainnya seperti sayuran, daging, buah, dan lain sebagainya. Ini mencegah terjadinya masalah pada sistem pencernaan.

Sementara itu, saat sahur, bangkitkan selera makan anak. Bangunkan 30 menit lebih awal. Biarkan anak benar-benar bangun. Ajak anak untuk membasuh muka agar 100% bangun.

Lalu, Bunda buatkan makanan yang baru dimasak. Makanan yang fresh lebih menggugah selera makan. Sehingga anak akan makan lebih banyak. Dan jangan lupa. Berikan satu gelas susu pertumbuhan anak sebelum imsak tiba. Ini akan membuat anak benar-benar memiliki tenaga selama satu hari penuh berpuasa.

Siapkan Makanan Mengandung Karbohidrat Kompleks
Nasi menjadi makanan pokok orang Indonesia. Sayangnya, di dalam nasi, kandungan karbohidratnya bukan karbihidrat kompleks. Akibatnya, karbo ini mudah dicerna oleh tubuh. Itu artinya orang akan mudah lapar.
Selama bulan puasa ini, Bunda bisa berikan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks. Sesekali ganti nasi putih dengan nasi merah. Berikan cemilan berupa roti gandum di saat bersantai setelah shalat tarawih. Ini cara yang tepat untuk membantu anak sukses menjalankan ibadah puasa di tahun ini.

Selalu Sediakan Buah-Buahan
Buah-buahan juga penting untuk sang buah hati. Buah tidak hanya akan menjaga kesehatan pencernaan anak. Lebih dari itu, buah juga bisa mengikat nutrisi yang terkandung di dalam makanan yang dimakan oleh sang buah hati.
Karena sifatnya mengikat, nutrisi akan awet di dalam tubuh. Nutrisi akan dicerna secara pelan-pelan. Dengan demikian, anak tidak mudah merasa lapar.
Itulah mengapa disarankan setiap sahur, sediakan buah. Mintalah anak untuk makan buah walaupun sedikit. Ini akan membuat hari-harinya lebih bersemangat dan bertenaga.

Akan lebih baik jika anak suka buah yang mengandung protein tinggi seperti buah alpukat. Protein akan disimpan di dalam tubuh. Dan ketika karbo hampir habis, protein akan dikonversi menjadi energi. Jadi, ini semacam cadangan energi di dalam tubuh agar anak lebih kuat menjalankan ibadah puasa.
Bunda pasti bangga ketika anak mulai berpuasa. Namun, jangan paksakan ya Bunda. Bagaimanapun juga, anak kecil belum wajib berpuasa. Tugas Bunda hanya mengenalkan dan mengajarkan berpuasa.

Jika pada suatu hari anak tidak kuat puasa, jangan paksa untuk melanjutkan puasa. Biarkan anak berbuka lebih awal. Lalu, Bunda bisa biarkan anak melanjutkan puasa.

Yang terpenting, sejak dini, anak sudah tahu ada ibadah yang harus mereka lakukan sebagai seorang muslim, yaitu ibadah puasa. Mengenalkan hal tersebut sudah sangat cukup bagi anak kecil.
Semoga informasi ini bisa membuat Bunda lebih bijak ketika mengenalkan puasa pada sang buah hati. Jangan paksa. Siapkan tubuh anak agar siap berpuasa. Perhatika pola makan anak. Dan jangan lupa untuk tetap memberikan susu pertumbuhan anak.