Penulis Topik: Pengertian Modal Kerja Beserta Jenis-Jenisnya  (Dibaca 74 kali)

0 Anggota dan 1 Pengunjung sedang melihat topik ini.

Offline dara NK

  • Newbie
  • *
  • Tulisan: 5
  • Karma: +0/-0
    • ibu berbagi
Pengertian Modal Kerja Beserta Jenis-Jenisnya
« pada: Agustus 13, 2020, 11:22:20 AM »
Pembiayaan modal kerja umumnya digunakan untuk pengusaha atau calon pengusaha yang membutuhkan modal demi membangun atau memperluas usahanya. Modal kerja ini bisa didapatkan di bank sebagai penyedia dana. Di bank syariah modal kerja sedikit berbeda dengan bank konvensional seperti contohnya pada Bank Bukopin. Berikut ini pengertian lebih detail mengenai modal kerja dan jenis-jenisnya.

Pengertian Modal Kerja
Berdasarkan pendapat para ahli ekonomi, modal kerja diartikan sebagai harta lancar perusahaan atau selisih antara harta lancar dengan utang lancarnya. Selisih tersebut digunakan untuk membiayai usaha seperti membeli berbagai perlengkapan atau menambah investasi. Setiap perorangan pun bisa mengajukan modal kerja dengan syarat tertentu contoh yang paling umum ialah setoran haji bank syariah untuk mendapatkan jasa paket umroh dan haji dari bank terkait.

Jenis-Jenis Modal Kerja
Pembiayaan modal kerja di bank konvensial terdiri dari dua jenis yaitu permanen (dana minimal agar usaha bisa berjalan lancar) dan variabel (berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan). Namun pada bank syariah setidaknya ada tiga macam jenis modal kerja.

1.   Pembiayaan Modal Kerja Syariah
Dana ini umumnya dibutuhkan pengusaha untuk membayar biaya produksi, membeli persediaan, peralatan atau pembiayaan proyek. Jenis ini pun ada tipe lagi yaitu skema jual beli atau murabahah, bank memberikan modal untuk membeli persediaan atau peralatan. Dan tipe kerjasama atau mudharabah yang bergantung pada kesepakatan bank dan pengusaha untuk membagi hasil dari pemberian dana tersebut.

2.   Pembiayaan Konsumtif Syariah
Dana digunakan untuk kebutuhan di luar usaha dan bersifat sekunder sehingga setiap individu bisa mengajukan dana ini. Pada skema murabahah, bank memberikan dana untuk membeli barang-barang tertentu dengan perhitungan yang sederhana. Selain itu terdapat skema ijarah yang hampir sama dengan skema sebelumnya namun barang yang dibeli berupa jasa. Misalnya setoran haji bank syariah untuk mendapatkan jasa paket umroh dan haji.

3.   Pembiayaan Investasi Syariah
Yaitu pembiayaan yang lebih besar dan digunakan untuk pendirian, relokasi atau ekspansi usaha. Skemanya bisa berupa Ijarah Muntahia Bit Tamlik yaitu sewa menyewa barang atau murabahah yaitu pinjaman untuk pembangunan usaha.
Pembiayaan modal kerja memberikan manfaat kepada perusahaan yang kekurangan dana sehingga usahanya tetap berjalan dengan lancar atau bahkan lebih baik. Begitu pula dengan perorangan, modal kerja membantu mewujudkan keinginan tertentu. Bank Bukopin menyediakan produk modal kerja seperti di atas sehingga siap membantu memenuhi kebutuhan usaha dan pribadi. Nah, jika Anda membutuhkan pinjaman modal yang mudah dan ringan bisa langsung cek di https://www.syariahbukopin.co.id/. Semoga informasi di atas bermanfaat!